Bismillah..
Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang masih memberikan hidayah dan rahmatNya kpd saya sehingga saya masih diberikan kesempatan untuk belajar menjadi ibu pembelajar bagi keluarga.
Berbicara tentang komunikasi produktif (komprod), beberapa bulan kebelakang ini saya sepertinya sedang mengalami kesusahan, baik dengan anak, suami, ibu mertua (yang masih serumah) dan juga dengan orang-orang yg bersinggungan langsung maupun tdk langsung (berjauhan) dengan saya. Sepertinya memang komunikasi saya yg kurang produktif, sehingga banyak salah tafsir.
Nah pada game #level1 ini, saya akan mendokumentasikan komprod yang saya lakukan bersama anak sulung saya yang baru berusia 3th 8bln.
Dimana beberapa bulan kebelakang sedang dalam masa tarik urat, baik sayanya maupun si sulungnya.
Pada bulan Agustus lalu saya sempat membawa si sulung k dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) karena saya merasa si sulung kurang tanggap ketika saya panggil, atau saya ajak bicara. Saya khawatir ada masalah dengan pendengarannya. Alhamdulillah setelah diperiksa, tdk ada yang salah dengan pendengaranya, hanya kebetulan saat itu telinganya sedang sakit (efek bapil).
Setelah saya dapat materi pertama tentang komprod, sayapun menyadari sepertinya ada yang salah dengan cara saya berbicara padanya, baik intonasi (yg kadang naiiik) ataupun pemilihan kata yg terlalu berbelit, misalnya: "Aa bisa gak klo bangun tidur nggak nangis?" atau "Aa kan sudah gede, harusnya Aa lebih mengerti!" (padahal umurnya belum 5th) sehingga kadang membuat si sulung terlihat kurang respon, belum lagi dengan marah-marah saya yang gak jelas ketika Dia melakukan kesalahan. Astagfirullah.. 😢
Alhamdulillah hari ini saya mulai dengan mengevaluasi ketika si sulung bangun tidur.
Biasanya, bangun tidur si sulung akan menangis, dan berteriak-teriak ketika saya tidak ada dikamar, Dia akan berteriak sambil menangis sampai saya menghampiri ke kamar, atau Dia akan berlari mencari saya ke dapur sambil menangis dan bertetiak-teriak. Setelah itu sya akan marah-marah dan membanding-bandingkan dengan adiknya, atau dengan kata-kata lain yang menurut saya memotivasi, namun saya pun tdk yakin apakah akan dimengerti olehnya dengan bahasa saya yang campur emosi.
Nah, pagi tadi ketika mulai terdengar Dia menangis, saya langsung berlari menghampiri, lalu memeluknya sampai nangisnya berhenti, lalu setelah mereda tangisnya, saya mulai bertanya kenapa menangis, apa takut, atau bermimpi dll (diajak ngobrol) setelah itu baru saya beri sugesti positif, dan Alhamdulillah saya pun mulai belajar berbicara dengan komprod, dan lebih menahan emosi.
Alhamdulillah hari ini, goalnya sampai situ dulu. Semoga semakin istiqomah menggunakan komprod dalam percakapan seharai-hari, sehingga tercapainya apa tujuan dari komunikasi tersebut.
Karawang, 02 November 2017
Euis Nurhayati
#hari1
#gamelavel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#sayadansisulung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar