Hari ini, selesai sholat dzhur saya mendapati kamar dalam kedaan penuh dengan makanan yang berceceran, mulai dari kripik singkong yang berhamburan di lantai, dan beberapa di kasur lantai, sebelum saya bertanya si sulung sudah menjelaskan.
"eneng tuh yang acak acak mi".
Saya mengerti, biasanya saya tau kalau itu ulah adiknya, namun masih saja kadang saya menyalahkan si sulung, biasanya saya akan bilang "Aa, bukannya larang klo nengnya mau numpahin kripiknya" atau "harusnya kripiknya Aa tutup, biar gak ditumpahin neng"
Saya selalu membebankan pengasuhan adiknya ke kakaknya (ketika saya sedang tidak ditempat) yang saya anggap sudah lebih besar (padahal semuanya masih batita ðŸ˜)
Sadar itu, saya hanya tersenyum kecut, dan getir mengingat apa yg pernah saya lalukan, sampai terekam si Sulung. Astagfirullah.. ðŸ˜
Namun setelah itu, si sulung merasa melakukan kesalahan dan bersembunyi di samping meja, pas saya lihat ternyata ada tumpahan baru, yaitu tumpahan ceres di lantai, mungkin Dia takut karena kadang biasanya saya marah. Astagfirullah.. ðŸ˜
Akhirnya saya hampiri si sulung, tapi dia tidak mau menoleh dan menyembunyikan mukanya ditembok.
"Aa kenapa, hayu sini"
Nqmun Dia tetap pada pendiriannya, malah semakin dalam menyembunyikan mukanya.
"kenapa, ceresnya tumpah ya? Umi gak gak marah kok"
setelah mengatakan itu, baru si sulung membalikan badannya. Dan mau menghampiri saya.
Ya Allah begitu terekamnya bentakan-bentakan saya selama ini..
Saya semakin bersyukur, bisa bertemu dan berada dalam komunitas hebat ini.
Komunitas yang selalu membuat saya haus akan ilmu, dan komunitas yang selalu membuat saya minder (selama ini saya merasa belum tau apa-apa, soal menjadi ibu)
Jzkmullah khoiron katsir..
Alhamdulillah, hari ini sampai disitu dulu goalnya.
Karawang, 06 November 2017
Euis Nurhayati
#hari5
#gameslevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#sayadansisulung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar